“Karena ini menyangkut urusan kesejahteraan nelayan yang tidak bisa ditunda. Propinsi harus berperan karena urusan perizinan adalah kewenangannya,” ujar Ansy Lema ketika tampil sebagai bintang tamu dalam acara NTV Election yang disiarkan secara langsung Senin (22/7) malam.
Ansy Lema mengaku mencatat begitu banyak persoalan tata kelola perizinan di sektor perikanan dan kelautan. Nelayan di Flores. kata dia, mengeluhkan perizinan kapal, izin operasional, pembatasan zonasi tangkapan ikan, dan rekomendasi kuota bahan bakar yang menyulitkan mereka.
Dia mengatakan nelayan di NTT tidak dapat melaut karena aturan perizinan cenderung menyulitkan nelayan. Selan itu karena belum ada koordinasi antara propinsi yang memiliki kewenangan dengan kabupaten. Ego sektor dan daerah menyebabkan perizinan akan macet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nelayan di Maumere, Kabupaten Sikka, harus pergi ratusan kilometer ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur, untuk mengurus izin. Ini adalah PR pemerintah untuk mendekatkan pelayanan publik,” ungkap pria 48 tahun itu.
Dalam konteks itu, Ansy Lema berkomitmen melakukan reformasi birokrasi serta menjalin koordinasi dengan kepala daerah. Masyarakat harus dlibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dia menekankan pentingnya mendengar suara akar rumput.
“Prinsip pembangunan yang pertama adalah people-centered development. Peran partisipatoris masyarakat harus didengar. Kunci demokrasi adalah pelibatan partisipatoris masyarakat. Petani, peternak, dan nelayan harus didengarkan aspirasi dan keluhannya,” ungkap wakil rakyat yang dekat dengan petani, peternak, dan nelayan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












