
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sikka meningkat drastis sejak tahun lalu. Korban sering kali belum mendapatkan perlindungan yang ideal.
Pemkab Sikka di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati Adrianus Firminus Parera melakukan langkah-langkah strategis agar korban kekerasan mendapatkan akses seadil-adilnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah awal yang dilakukan yakni membentuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada 1 Pebruari 2023. Wadah ini di bawah kendali Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sikka.
Sebelum pembentukan UPTD PPA, kekerasan terhadap perempuan dan anak berjumlah kurang dari 100 kasus. Ironinya, 3 bulan setelah wadah ini terbentuk, jumlah kasus bertambah hingga angka 100.
Kepala Dinas P2KBP3A Sikka Petrus Herlemus mengakui kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung meningkat dan signifikan.
“Hampir setiap hari laporan ke UPTD sangat luar biasa. Sementara di wadah ini staf terbatas, sarana prasarana juga terbatas,” ujar dia di Maumere, Senin (2/9).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












