“Pencapaian ini tentu masih dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti akurasi data sasaran, konvergensi program, kualitas pelaksanaan program, penyesuaian standar garis kemiskinan ekstrim, hingga regulasi pelaksanaan penghapusan kemiskinan ekstrem yang akan berakhir di tahun ini,” ujar Ma’ruf Amin sebagaimana siaran pers yang diterima media ini dari Biro Adminstrasi Pimpinan Setda Propinsi NTT.
Untuk menjaga agar tren penurunan terus berlanjut, menurut Ma’ruf Amin dibutuhkan kolaborasi dan kerja seluruh pemangku kepentingan, termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah.
Dia lalu mengingatkan beberapa hal penting untuk menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, maksimalkan pemanfaatan dana insentif fiskal untuk memperkuat program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim, terutama untuk kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Kedua, pastikan target penerima program kemiskinan ekstrim menggunakan Data P3KE, agar intervensi lebih tepat sasaran dengan mengutamakan kelompok masyarakat miskin dengan akses terbatas, penduduk lansia, dan penyandang disabilitas.
Dan ketiga, intensifkan sinergi dan kolaborasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri di sektor potensial.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












