“Ke depan kita akan kirim secara berkala aparat pemerintah untuk menjemput bola di masyarakat, bantu nelayan kita untuk isi data dan sebagainya. Karena perizinan ini adalah kewenangan Pemerintah Propinsi, maka Pemerintah Propinsi harus pakai sistem jemput bola ke masyarakat,” ujar dia.
Ansy Lema mengakui dirinya telah terbiasa mengurusi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan di NTT karena pernah menjadi anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan dan lingkungan hidup.
Apalagi, mantan jurubicara Ahok itu telah banyak mengurusi persoalan-persoalan serupa bagi para nelayan di daerah pemilihannya seperti Sumba, Timor, Rote dan Sabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ansy Lema menambahkan bahwa selama dirinya menjadi anggota DPR RI, nelayan di NTT tidak pernah meminta lebih ke pemerintah. Para nelayan, kata dia, hanya membutuhkan kemudahan untuk mengurus surat perizinan.
“Pokoknya adalah perizinan tidak boleh memberatkan nelayan. Nelayan juga tidak pernah minta yang muluk-muluk. Mereka hanya meminta jangan sulitkan mereka untuk mengurus perizinan,” tutupnya.
Ansy Lema kini gencar “mengepung” Flores. Setelah dari Flores Timur dan Sikka, kini Ansy Lema merambah Lembata. Dia menargetkan bisa menang pada setiap kabupaten.
Sebagaimana hasil survei Indikator Politik, Ansy-Jane unggul atas 2 pasangan calon lainnya. Dalam simulasi tiga paslon, Ansy-Jane menempati urutan pertama dengan persentase suara 36,6%. Lalu Melki Laka Lena-Johni Asadoma pada posisi kedua dengan 27,4%, dan Simon Petrus Kamlasi-Andrianus Garu dengan 23,9%.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












