“Jika umat sejahtera, maka masyarakat NTT juga sejahtera. Gereja Katolik memiliki gerakan kesejahteraan sosial melalui koperasi. Tentu hal ini harus kita dukung dan kembangkan,” ujar Calon Gubernur berusia 48 tahun itu.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa keberadaan lembaga ini ibarat tiang penyangga yang menjaga kokohnya nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk itu, dalam giat-giat politiknya, mantan anggota DPR RI itu selalu menyempatkan diri bertemu dan berdiskusi bersama lembaga dan tokoh-tokoh keagamaan yang ada di NTT sebagai komitmennya untuk melibatkan lembaga-lembaga keagamaan dalam pembangunan NTT ketika Ansy-Jane terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nantinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya setiap kali mengunjungi suatu kabupaten atau kota pasti pergi silaturahmi ke lembaga ataupun tokoh-tokoh keagamaan. Bagi saya, mereka adalah mitra pemerintah untuk menghadirkan pembangunan di tengah masyarakat dan juga pilar penyangga keutuhan dan persatuan bangsa,” ujar dia.
Dalam pertemuan dengan Uskup Agung Kupang, Ansy Lema menyampaikan bahwa ke depan, jika rakyat menghendakinya menjadi Gubernur NTT, dia akan membangun kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menghadirkan kebijakan yang berkeadilan serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Baginya, lembaga keagamaan seperti gereja adalah lembaga yang bergerak mendorong ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, ekonomi masyarakat yang menjadi fokus adalah masyarakat kecil. Visi misi ini sejalan dengan Ansy-Jane yang menyasar kelompok petani, peternak, dan nelayan sebagai tujuan pembangunan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












