Ansy Lema menyebut NTT dengan jumlah penduduk 5,6 juta jiwa telah memiliki tiga kawasan industri strategis, yaitu Kawasan Industri Bolok di Kabupaten Kupang, Industri Maurole di Kabupaten Ende, dan Kawasan Industri Kanatang di Sumba Timur. Namun, wilayah-wilayah kawasan industri tersebut masih terdapat banyak keterbatasan sehingga belum bisa berkembang dengan baik.
Menurut Ansy Lema, pemerintah perlu membangun sejumlah infrastruktur pendukung industri seperti infrastruktur jalan, air, listrik, dan internet. Selain itu, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai di setiap kawasan industri harus dibangun secara baik. Serta, jika diperlukan Pemprop NTT dapat memberikan insentif fiskal bagi investor yang tertarik menanamkan modalnya.
“Investor harus kita bawa masuk untuk membangun industri pengolahan. Pola pikir kita tidak bisa lagi tanam petik jual tetapi harus tanam petik olah jual. Dengan begitu para petani kita bisa memiliki nilai tambah dan berdaya saing,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menyiapkan infrastruktur pendukung industri, menurut Ansy Lema, pemerintah juga harus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dia menjelaskan, iklim investasi yang baik dapat terwujud melalui birokrasi yang efisien, tanpa prosedur yang rumit, dan bebas dari praktik pungutan liar. Semua ini, menurutnya, harus dimulai dari pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang bersih.
“Kami akan menciptakan sistem digital untuk meminimalisir potensi kebocoran. Dan, di atas semua itu, kami akan menciptakan birokrasi yang bersih. Birokrasi yang bersih dimulai dengan saya dan Jane yang tidak akan melakukan praktik korupsi kolusi dan nepotisme ketika memimpin NTT,” ujar Ansy Lema.
Ansy-Jane disebut-sebut sebagai Pasangan Calon yang lengkap dan komplit. Kombinasi dua figur ini terkenal dekat dengan rakyat, memahami persoalan rakyat, dan tahu mencarikan jalan keluar yang tepat.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












