Afia mengatakan pelayanan kesehatan yang diperolehnya sangatlah memuaskan. Setibanya di puskesmas, tenaga medis langsung mengecek anaknya dengan sigap. Afia tidak direpotkan untuk administrasi. Tenaga medis langsung melayani anaknya dan hanya menanyakan identitas kepesertaan JKN sang anak.
“Saya tidak diminta administrasi yang ribet, hanya ditanya identitas anak saya sebagai peserta JKN,” ujar Afia.
Afia mengaku dalam kondisi panik dia tidak perlu pusing memikirkan biaya berobat. Dia selalu mengandalkan Program JKN ketika dia dan anggota keluarga sakit. Dia pun mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tenang karena sudah terlindungi Program JKN. Tidak pikir harus keluar sejumlah uang. Jadi saya benar-benar merasa tenang,” kata Afia.
Pengalaman lain yakni ketika melahirkan anak keempat. Dia mengatakan saat itu proses mengandung berjalan lancar. Dia selalu mengecek kandungannya di Puskesmas. Namun pada waktu akan melahirkan posisi sang bayi sungsang. Afia dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat tindakan operasi caesar.
“Anak yang pertama sampai ketiga saya melahirkan normal di Puskesmas. Nah, yang keempat saya tidak bisa melahirkan normal tetapi melalui proses operasi caesar. Padahal selama kehamilan saya rutin cek kandungan. Kondisinya selalu baik. Saya selalu mendengarkan informasi dan anjuran bidan di Puskesmas. Tetapi pada saat waktunya untuk melahirkan ternyata posisi bayi sungsang dan saya harus dirujuk ke rumah sakit untuk di-caesar. Tetapi saat itu saya tidak panik karena biaya operasi caesar ditanggung Program JKN,” ujar Afia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












