Setelah surat pemungutan suara dikumpulkan dan dibacakan, semua surat suara dibakar dalam tungku besi cor sebelum para elektor meninggalkan Kapel Sistina.
Ada tungku kedua yang terhubung ke cerobong asap yang terlihat dari Lapangan Santo Petrus. Di sinilah bahan kimia ditambahkan untuk mewarnai asap: hitam jika tidak ada Paus yang terpilih, putih jika ada.
Putaran Pemungutan Suara dan Jeda Spiritual
Pemungutan suara berlangsung empat kali sehari yakni dua kali di pagi hari, dua kali di sore hari. Jika, setelah tiga hari, tidak ada kandidat yang terpilih, pemungutan suara dihentikan atau jeda selama satu hari untuk berdoa, berdiskusi informal, dan sesi nasihat rohani singkat oleh kardinal diakon senior. Kemudian pemungutan suara dilanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah setiap tujuh putaran tambahan tanpa hasil, jeda kembali dilakukan. Jika masih belum ada Paus, jeda terakhir untuk berdoa, berdialog, dan merenung dilakukan. Pada titik ini, pemungutan suara terus berlanjut, tetapi para kardinal hanya dapat memilih di antara dua kandidat yang memperoleh suara terbanyak di babak sebelumnya.
Keberhasilan pemilihan Paus akan ditandai dengan keluarnya asap putih dari cerobong asap kapel tersebut, dan Paus yang baru akan tampil di balkon Basilika Santo Petrus.*** (*/eny)


Ikuti Kami
Subscribe












