Setelah Kerja 25 Hari, Besok 2 Dokter Anestesi Tanda Tangan PKS di RSUD TC Hillers Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 7 Mei 2025 - 18:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 4,776 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Yosefina HTL Djati dan Dokter Remidazon Rudolfus Riba, usai bertemu Wakil Bupati Sikka, Rabu (7/5)

Dokter Yosefina HTL Djati dan Dokter Remidazon Rudolfus Riba, usai bertemu Wakil Bupati Sikka, Rabu (7/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Dua dokter anestesi yang merupakan putra-putri Kabupaten Sikka, Dokter Remidazon Rudolfus Riba dan Dokter Yosefina HTL Djati, dikabarkan Kamis (8/5) besok akan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama RSUD TC Hillers Maumere.

Informasi ini disampaikan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi di ruang kerjanya, Rabu (7/5). Wabup Sikka baru saja menggelar pertemuan singkat dengan Dokter Remi dan Dokter Efi.

“Besok pagi jam 09.00 nanti tanda tangan PKS,” terang dia.

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi

Wabup Sikka mengatakan penandatangan PKS baru bisa dipastikan besok karena sejak 2 dokter ini aktif kembali di RSUD TC Hillers, pemerintah masih perlu melakukan revisi atas PKS. Dia menyebut beberapa hal yang direvisi seperti lamanya kerja sama, serta hak dan kewajiban, termasuk insentif.

“Kami harus perbaharui dulu PKS, sehingga butuh waktu, dan Dokter Remi itu baca satu per satu. Tapi semua sudah clear, besok mereka mulai kerja full,” jelas Wabup Sikka.

Baca Juga :  Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Dia menambahkan bahwa Dokter Remi dan Dokter Efi selama ini aktif melayani pasien, terutama pasien emergency. Dia menepis informasi yang menyebut 2 dokter tersebut tidak mau lagi mengabdi di RSUD TC Hillers Maumere.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru