

Maumere-SuaraSikka.com: Kecamatan Tana Wawo di Kabupaten Sikka dikepung bencana longsor. Setidaknya terdapat 14 titik longsor pada 5 desa yang membuat wilayah terpencil ini makin terpinggirkan.
Belum ada perhatian serius dari Pemkab Sikka untuk menangani bencana longsor di Tana wawo. Dinas terkait sudah turun ke beberapa titik longsor, namun masih sebatas pemantauan lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Tana Wawo John Oriwis tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya mampu menggerakkan masyarakat di sekitar lokasi longsor untuk terlibat bergotong royong membersihkan lokasi longsor menggunakan alat sederhana saja.

Robertus Nando, seorang warga Wolo Koja Desa Bu Selatan, memohon perhatian serius Pemkab Sikka melalui Dinas PUPR. Menurut dia upaya masyarakat melakukan pembersihan secara manual tidak akan efektif. Masalahnya, kata dia, material longsor tidak hanya pasir dan tanah, tapi juga batu-batuan.
“Kami di Tana Wawo saat ini butuh loader untuk menggusur longsoran yang menutupi badan jalan. Karena longsoran yang ada berupa batu-batu besar, pohon dan material tanah, menutupi badan jalan sehingga mengganggu aktifitas transportasi,” ujar Robertus Nando yang dihubungi dari Maumere, Sabtu (14/6).
Robertus Nando sedang berada lokasi longsor di titik ruas jalan Wolo Ara-Wolo Koja Wolo Waru. Dia bersama puluhan masyarakat terlibat melakukan pembersihan lokasi longsor. Mereka melakukan secara manual dengan sarana yang ada.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












