Korban Longsor di Tana Wawo Menjerit, Robert Nando: Kami Butuh Loader!

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 08:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 687 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga masyarakat gotomg royong membersihkan material longsor, Sabtu (14/6)

Warga masyarakat gotomg royong membersihkan material longsor, Sabtu (14/6)

Bencana longsor yang terjadi di ruas jalan Wolo Ara-Wolo Koja Wolo Waru, hampir pasti masyarakat tidak bisa menggunakan akses jalan tersebut. Padahal di 2 kampung itu terdapat 31 rumah dengan 44 kepala keluarga. Praktis aktifitas masyarakat menjadi sangat terganggu.

“Akses jalan tidak normal, macet. Nah, kami kuatir kalau ada orang sakit dan ibu hamil yang butuh penanganan kesehatan segera,” ujar dia.

Bantuan alat berat berupa loader sebagaimana harapan Robertus Nando, sejatinya dibutuhkan pada semua titik longsor di Tana Wawo. Dinas PUPR Sikka harus lebih sigap mengerahkan alat berat ke lokasi longsor.

Camat Tana Wawo John Oriwis di salah satu lokasi longsor

Camat Tana Wawo John Oriwis yang dihubungi dari Maumere, Sabtu (14/6), membenarkan banyak sekali titik longsoran di Kecamatan Tana Wawo. Beberapa titik longsor sudah sempat dibersihkan oleh masyarakat sekitar, namun belum tuntas karena butuh bantuan alat berat.

Baca Juga :  SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Dia menyebut seperti di Waturia Dusun Fai Panda Desa Renggarasi terdapat 4 titik longsoran dengan material berupa batu dan tanah serta pohon yang menutup badan jalan. Sebagian telah dibersihkan warga secara gotong royong walau belum tuntas.

“Butuh alat berat untuk gusur material yang ada sehingga masyarakat dapat mengakses kembali jalan secara normal,” ujar John Oriwis.

Berita Terkait

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores
SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta
Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira
PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar
Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 Magnitudo
Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 07:59 WITA

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WITA

Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira

Senin, 14 September 2026 - 18:22 WITA

PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito tengah memberikan keterangan pers di Cimahi, Rabu (16/9)

Nasional

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WITA