Tersiar kabar, karena sangat kesal akibat gagasan Maumere Baru tidak masuk dalam RPJMD, Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu tidak mengikuti pembahasan Pansus pada hari terakhir.
Saat sidang paripurna penutupan RPJMD, Selasa (17/6) malam, Fraksi Partai Golkar meluapkan amarah mereka kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka. Meski menyebut Rancangan Awal RPJMD Sikka dengan istilah sangat berisi, Fraksi Partai Golkar tidak bisa menyembunyikan kekesalan Partai Golkar sebagai pencetus konsep Maumere Baru.
“Terus terang, kami kecewa karena Maumere Baru tidak dimasukkan dalam kesimpulan Pansus,” ungkap dia ketika membacakan Pendapat Akhir Fraksi, Selasa (17/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, kata Antonius Hendrikus Rebu, Fraksi Partai Golkar telah mengusulkan penambahan frasa menuju Maumere Baru pada Visi Terwujudnya Masyarakat sikka yang aproduktif, Kreatif, Unggul dan Mandiri.
“Sehingga kalimatnya menjadi Terwujudnya Masyarakat Sikka yang Produktif, Kreatif, unggul dan Mandiri menuju Maumere Baru,” ujar dia.
Antonius Hendrikus Rebu mengatakan Maumere Baru adalah proses pembaharuan yang signifikan dari semua prespektif, baik itu pelayanan publik maupun perubahan yang signifikan dalam internal pemerintahan (reformasi birokrasi) yang menganut sistem meritokrasi, di mana semua stakeholder yang ada di kabupaten ini diarahkan untuk kemajuan pembangunan yang muaranya kepada kesejahteraan masyarakat.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












