Lewotobi Laki-Laki Meletus, Puluhan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Kringa Dievakuasi ke Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 00:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 308 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu menyusui di Desa Kringa sedang bersiap dievakuasi ke Maumere, Selasa (17/6)

Ibu menyusui di Desa Kringa sedang bersiap dievakuasi ke Maumere, Selasa (17/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flotim Propinsi NTT berdampak juga kepada warga di Kabupaten Sikka. Puluhan ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Kringa  terpaksa dievakuasi ke Kota Maumere.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sikka Putu Botha menyampaikan paskah letusan warga Desa Kringa Kecamatan Talibura tampak panik, karena daerah ini menjadi langganan ancaman abu vulkanik dan belerang.

Putu Botha bersama sejumlah staf BPBD Sikka langsung turun ke lokasi terdampak. Mereka menyisir sejumlah desa yang  diperkirakan terdampak, antara lain Desa Kringa.

“Tadi kami sempat evakuasi beberapa ibu hamil. Mereka dievakuasi ke Puskesmas Beru untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas Putu Botha yang dihubungi dari Maumere

Baca Juga :  Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan

BPBD Sikka juga melayani pernintaan warga yang ingin dieevakuasi ke Kota Maumere. Mereka yang meminta dievakuasi adalah 7 orang ibu menyusui, 7 anak bayi umur 3-4 bulan, dan 5 orang anak usia 6-7 tahun.

“Ada warga yang sudah merasa tidak nyaman dengan hembusan debu vulkanik sehingga kami harus evakuasi,” jekas Putu Botha.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru