Upah Rendah, Buruh Pelabuhan di Maumere Menjerit

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 16:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 3,278 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aktifitas kegiatan di Pelabuhan Laurensius Say Maumere, Kamis (3/7)

Suasana aktifitas kegiatan di Pelabuhan Laurensius Say Maumere, Kamis (3/7)

“Untuk 1 container kami dibayar Rp 325.000. Lalu Rp 25.000 dipotong untuk uang kas buruh. Sisanya Rp 300.000 itu yang dibagi kepada buruh yang terlibat kerja. Kasarnya, dari 1 container setiap buruh dapat Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Ini miris sekali,” keluh dia.

Menurut Vinsensius, hitungan upah buruh Rp 325.000 per container sudah berlaku kurang lebih 10 tahun. Mereka sering kali meminta agar perusahaan pemberi upah menaikkan upah kerja. Namun upaya itu selalu saja tidak diakomodir.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

“Kalau bandingkan dengan buruh di Ende atau Larantuka, kami di Maumere sangat ketinggalan, karena di sana sudah sampai Rp 500.000 per container,” ujar dia memberi contoh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi 3 DPRD Sikka Maria Angelorum Mayestatis

Selain masalah upah, perwakilan buruh juga mengeluh soal waktu kerja. Vinsensius bersama Emanuel Bailon Roy dan Arnoldus Yansen menyebut tidak ada pengaturan waktu kerja secara jelas. Akibatnya sering terjadi saling berebut kerja yang mengakibatkan suasana kerja tidak kondusif.

Baca Juga :  Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Lebih dari itu, mereka juga mengadukan perusahaan yang dengan seenaknya menggunakan buruh dari luar. Hal ini jelas saja berpengaruh kepada besaran upah bagi buruh yang secara resmi tercatat sebagai TKBM Pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Ini kan tidak baik, kami dapat upah sudah kecil, tapi perusahaan bawa lagi buruh dari luar. Kami tambah mati lagi,” ketus Vinsensius.

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA