

Maumere-SuaraSikka.com: Semangat Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dalam Program0⁰ Rumah Layak Huni Terima Kunci bagi Keluarga Miskin, sepertinya hanya bunga-bunga janji politik saja. Implementasi program ini tidak seindah kampanye pada saat Pilkada 2024 lalu.
Awalnya program ini direncanakan bagi 20.000 keluarga miskin. Ternyata dalam perjalanan, Pemkab Sikka hanya mengalokasikan bagi 3.068 keluarga miskin. Belakangan, muncul lagi keresahan baru karena rumah layak huni terima kunci hanya dilabeli Rp 40 juta per unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program yang aduhai saat kampanye tersebut baru akan diluncurkan pada tahun depan. Hal itu terlihat dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2026 antara Badan Anggaran DPRD Sikka bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Rancangan KUAPPAS 2026 telah disepakati dalam paripurna DPRD Sikka, Senin (21/7).
Fraksi PDI Perjuangan mengkritisi serius program ini, terutama terkait besaran nominal yang telah ditetapkan. Menurut Jurubicara Fraksi PDI Perjuangan Benediktus Lukas Raja angka Rp 40 juta tidak ideal untuk sebuah rumah layak huni terima kunci.
Benediktus Lukas Raja saat menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi PDI Perjuangan atas KUAPPAS 2026 menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan mendukung penuh agar program ini dapat terlaksana untuk kepentingan masyarakat yang sangat membutuhkan rumah layak huni.
Meski demikian, kata dia, Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah setempat agar mengkaji kembali besaran nominal Rp 40 juta per 1 unit rumah. Menurut Fraksi PDI Perjuangan pembangunan rumah layak huni terima kunci dengan anggaran Rp 40 juta rupiah itu sangatlah tidak cukup.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












