

Maumere-SuaraSikka.com: PMKRI Maumere terus serius mengawal persoalan-persoalan besar di Kabupaten Sikka. Saat aksi demonstrasi Senin (1/9), aktifis mahasiswa ini mempersoalkan kasus-kasus korupsi di daerah itu.
Aktifis mahasiswa berjumlah kurang lebih 50 orang ini membawa 3 spanduk besar sebagai isu strategis yang hendak mereka angkat dalam aksi demonstran tersebut. Salah satu spanduk dengan isu menohok yakni Sikka Darurat Korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Presidium Gerakan Masyarakat PMKRI Maumere Johan De Brito Papa Naga selaku Koordinator Aksi dengan penuh gegap gempita berteriak melawan perilaku-perilaku koruptif di Kabupaten Sikka.
“Hari ini kami PMKRI Maumere datang, bukan untuk membuat kekacauan, bukan untuk mengusik katenangan kalian semua, tetapi kami datang untuk menyadarkan kita semua dari ketidakpedulian kita kepada sesama, dan kami datang beri ini sebagai bentuk perlawanan, melawan tindak korupsi di Nian Tanah tercinta ini,” teriak lantang aktifis yang biasa disapa Rito Naga.
Dia lalu mengajak semua elemen yang berpeduli, khususnya kaum muda, untuk bergandeng tangan melawan perbuatan korupsi di Kabupaten Sikka. PMKRI Maumere, kata dia, terus fokus melawan korupsi, karena tindak pidana tersebut sangat mencederai masyarakat di daerah ini.
Rito Naga bersama kawan-kawan membawa dua kasus dugaan tindak pidana korupsi yang perlu diselesaikan segera Kejaksaan Negeri Sikka. Dua kasus tersebut menjadi perhatian serius PMKRI Maumere dan terus dikawal yakni dana hibah tahun 2021 kepada Perumda Air Minum Wair Puan dan Dana Jasa Covid.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












