Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi yang mendatangi Unit Hemodialisis, Sabtu (6/9), membenarkan dia bersama Sekda Sikka ikut mencarikan jalan keluar. Masalah menipisnya cairan dialisa, bagi dia, sangat berisiko, urgen, dan membutuhkan penanganan segera.
“Waktu pertama kali habis, saya datang ke sini bersama Sekda, kita carikan jalan keluar, waktu itu pihak RS pinjam dulu dari (RSU) Kewapante. Lalu kami mendesak RS segera untuk pengadaan cairan tersebut, katanya tanggal 4 Sepetember tiba,” terang Stef Sumandi.
Selain meminjam dari RSU Kewapante, langkah lain yang dilakukan yakni mengurangi jumlah tindakan. Dokter Kenny Darmawi Putra menerangkan biasanya pasien melakukan cuci darah 2 kali seminggu. Tapi pihaknya memutuskan untuk sekali saja dalam seminggu.
Itu pun, kata Dokter Kenny Darmawi Putra, tidak semua pasien menjalani 1 kali cuci darah. Dari 97 pasien, kata dia, hanya beberapa saja yang dilayani 1 kali cuci darah. Masalahnya, ujar dia, sangat berisiko sekali bagi yang mengalami pengurangan tindakan seperti sesak napas, muntah-muntah, dan yang paling buruk pasien bisa hingga tidak sadar diri.
“Tidak semua pasien kita kurangi tindakan. Jadi yang kita kurangi itu yang kita sudah pantau kondisinya cukup stabil. Nanti kalau stok sudah normal, pelayanan juga normal,” jelas Dokter Kenny Darmawi Putra.

Langkah Cepat Ketua DPRD Sikka
Masalah menipisnya cairan dialisa membuat Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi tidak tenang. Meski begitu banyak kesibukan, politisi PDI Perjuangan itu terus memantau perkembangan yang terjadi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












