“Harus ada ikonik, sehingga kalau kita bicara FJM langsung melekat dengan ikon kita,” ujar dia.
Menurut dia, ikonik yang mau diangkat perlu dibicarakan secara meluas, serta mendapatkan sumbang saran dan pemikiran dari semua stakeholder kepariwisataan dan kebudayaan.
Bupati Sikka berharap usai FJM tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka perlu melakukan evaluasi yang terukur dan seterusnya bersama stakeholder lain memikirkan ikon yang akan diangkat pada iven-iven selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“FJM harus memiliki nilai, value, keberlanjutan dan branding,” ujar dia.
FJM tahun ini mengangkat tema Wini Ronan(g) atau didefinisikan sebagai Lumbung Benih dengan maksud merawat warisan leluhur membangun peradaban lokal.
Hadir pada acara pembukaan antara lain Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, beberapa anggota DPRD Sikka, dan sejumlah pimpinan OPD.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












