Dina Anjayani menekankan pentingnya menjadi peserta JKN. Salah satunya risk pooling. Dia mengatakan tujuan pemerintah membuat Program JKN ini adalah semata mata untuk kepentingan masyarakat. Program JKN menganut sistem gotong royong dan bersifat saling membantu bagi pesertanya. Dina mengungkapkan dengan menjadi peserta JKN masyarakat juga telah patuh terhadap undang-undang.
Wakil Rektor I Universitas Nusa Nipa Hendrikus Pedro menyambut baik kegiatan ini. Dia mengaku antusias mahasiswa sangat tinggi saat mengikuti kuliah umum terkait Program JKN.
“Saya sangat bergembira atas kedatangan BPJS Kesehatan memberikan informasi terkait Program JKN. Mahasiswa yang menerima informasi tergolong masih sangat muda, informasi seperti ini sangat baik untuk mereka. Hal ini menjadi bekal mereka pada saat nanti mereka menjadi tenaga medis dan praktik di lapangan. Mereka telah mengetahui apa itu Program JKN dan bagaimana pelayanan kesehatan dengan Program JKN,” ujar Pedro.
Pedro juga menceritakan pengalamannya terkait Program JKN. Pengalaman yang sangat berkesan yakni ketika ibunya sakit dan harus menjalani perawatan secara intensif. Pengobatan ibunya harus dilakukan di luar kota karena keterbatasan di wilayah Kabupaten Sikka.
“Tahun 2017, ibu saya sakit stroke ringan, lalu dirujuk ke Yogyakarta. Waktu itu dilakukan MRI di Rumah Sakit Internasional Yogyakarta. Pelayanan di sana sangat bagus sekali bahkan ibu saya bilang rasanya seperti di hotel. Kami tidak keluar biaya sama sekali, semua ditanggung Program JKN,” ujar Pedro.
Pengalaman lain Pedro adalah ketika istrinya melahirkan. Istrinya melahirkan dua kali secara caesar. Dia mengatakan semua biaya ditanggung Program JKN.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












