Dokter Umum dan Dokter Gigi di Sikka Mengeluh, Beban Kerja Tinggi, Insentif Rendah

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,806 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana RDP terkait persoalan yang dialami dokter umum dan dokter gigi di Kabupaten Sikka, Selasa (16/12)

Suasana RDP terkait persoalan yang dialami dokter umum dan dokter gigi di Kabupaten Sikka, Selasa (16/12)

Dokter Gigi Ewaldus Oktavianus Seda Sega menyebut fenomena kekosongan tenaga medis di Sikka, seperti ketiadaan dokter anestesi dan tenaga spesialis obstetri dan ginekologi, menunjukkan adanya kelemahan fundamental dalam tata kelola sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Sikka.

Menurut Dokter Ewaldus Oktavianus Seda Sega persoalan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan persoalan struktural yang bersumber dari perencanaan, pengadaan, dan pendayagunaan tenaga medis yang belum terpadu.

“Ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya kesehatan telah mengakibatkan rendahnya akses dan mutu pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut adanya kebijakan strategis daerah yang berpihak pada pemenuhan dan pemerataan tenaga medis, serta pemberian penghargaan yang adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkap dia.

Dokter Ewaldus Oktavianus Seda Sega juga menyinggung data Badan Pusat Statistik Propinsi NTT Tahun 2023, yang menyebut jumlah penduduk Kabupaten Sikka mencapai 345.300 jiwa derigan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% per tahun. Berdasarkan PMK Nomor 3 Tahun 2023 tentang rasio tenaga medis, kata dia, idealnya setiap 1 dokter umum melayani 5.900 penduduk, dan 1 dokter gigi melayani 8.060 penduduk.

Baca Juga :  Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Dengan fakta tersebut, ujar dia, Kabupaten Sikka seharusnya memiliki sekitar 69 dokter umum dan 43 dokter gigi. Sementara realisasi di lapangan menunjukkan masih terdapat 7 puskesmas tanpa dokter umum dan 13 puskesmas tanpa dokter gigi.

“Kekurangan tenaga medis ini berimplikasi pada penurunan mutu layanan dan berpotensi menimbulkan kerugian sebesar Rp 1 miliar per bulan akibat kebilangan potensi iuran BPJS Kesehatan di puskesmas-puskesmas tersebut,” ujar dia.

Berita Terkait

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WITA

Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terbaru