Dokter Umum dan Dokter Gigi di Sikka Mengeluh, Beban Kerja Tinggi, Insentif Rendah

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,806 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana RDP terkait persoalan yang dialami dokter umum dan dokter gigi di Kabupaten Sikka, Selasa (16/12)

Suasana RDP terkait persoalan yang dialami dokter umum dan dokter gigi di Kabupaten Sikka, Selasa (16/12)

Selain itu, dia menyebut tingkat inflasi daerah tahun 2024 sebesar 1,82% tidak diikuti dengan penyesuaian tarif retribusi pelayanan kesehatan daerah. Beberapa jenis pelayanan seperti telekonsultasi medis dan penerbitan surat keterangan sehat/sakit belum diatur dalam Perda Retribusi. Hal ini mengakibatkan hilangnya potensi penerimaan daerah dan berkurangnya kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pelayanan kesehatan primer.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus membenarkan saat ini terjadi kekurangan 7 dokter umum dan 17 dokter gigi. Jika mengakomodir kekurangan tersebut, maka perlu biaya tambahan setiap tahun sebesar Rp 1,8 miliar,  terdiri dari 7 dokter umum senilai Rp 630 juta dan
17 dokter gigi sebesar Rp 1.224.000.000.

Baca Juga :  Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

“Tergantung kemampuan keuangan daerah kita,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara ratio, menurut Petrus Herlemus, mestinya setiap Puskesmas memiliki 3-4 dokter umum. Namun hal ini belum bisa terjawab. Terkait hal ini, kata dia, Dinas Kesehatan pada Agustus 2025 lalu sudah pernah membuat surat ke Kementerian Kesehatan, Kementerian PANRB, dan Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga :  Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

“Sehingga yang kita pikirkan sekarang ini 1 Puskesmas 1 dokter umum, itu pun masih kurang,” jelas Petrus Herlemus.

Terkait telekonsultasi, Dokter Ewaldus Oktavianus Seda Sega memastikan para dokter sangat tidak berkeinginan mekanisne tersebut. Namun pola ini harus dilakukan karena kondisi kekurangan dokter umum.

Berita Terkait

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WITA

Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terbaru