KPK Gelar OTT ke-11 Tahun 2025 di Kalsel, Aparat Daerah Mulai Diperiksa

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 08:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 142 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya yang menjabat Kepala Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi HM Kunang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi suap ijon proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya yang menjabat Kepala Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi HM Kunang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi suap ijon proyek

Maumere-SuaraSikka.com: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada tahun 2025. Kali ini, OTT ke-11 dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan pada Kamis (18/12). Peristiwa ini menambah panjang daftar penindakan lembaga antirasuah sepanjang tahun ini.

Data yang dirangkum media ini, Jurubicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Namun, dia belum merinci lokasi pasti OTT, termasuk apakah berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, tim hari ini juga melakukan kegiatan di wilayah Kalsel,” ujar Budi Prasetyo di Jakarta.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Hulu Sungai Utara Iptu Asep Hudzainur mengonfirmasi bahwa KPK menggunakan fasilitas kepolisian setempat untuk melakukan pemeriksaan tertutup.

“KPK meminjam ruangan untuk pemeriksaan. Pemeriksaan tertutup dan itu sepenuhnya kewenangan KPK. Kami tidak mengetahui detailnya,” ujar Asep Hudzainur.

Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan pihak-pihak yang diamankan maupun dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi objek OTT di Kalimantan Selatan tersebut.

Baca Juga :  Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

Deretan OTT KPK Sepanjang 2025
OTT di Kalimantan Selatan menjadi operasi ke-11 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, KPK telah melakukan serangkaian OTT di berbagai daerah dengan beragam kasus.

Pertama, Maret 2025
OTT di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas PUPR.

Kedua, Juni 2025
OTT terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Propinsi Sumatera Utara dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Ketiga, pada 7–8 Agustus 2025 OTT di Jakarta, Kendari, dan Makassar terkait dugaan korupsi proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Keempat, pada 3 Agustus 2025 OTT di Jakarta terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Kelima, pada 20 Agustus 2025 OTT kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, yang melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat itu, Immanuel Ebenezer Gerungan.

Keenam. pada 3 November 2025 OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga :  Sarasehan Nasional di Maumere, Melchias Mekeng Mìnta Pemerintah di NTT Berbenah Diri Terbitkan Obligasi Daerah

Ketujuh, pada 7 Nopember 2025 OTT terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terkait dugaan suap pengurusan jabatan, proyek RSUD dr. Harjono, dan gratifikasi.

Kedelapan, pada 9–10 Desember 2025 OTT terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi.

Kesembilan, pada 17–18 Desember 2025 OTT di Tangerang yang menjaring seorang jaksa, dua pengacara, dan enam pihak swasta, dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp900 juta.

Dan kesepuluh, pada 18 Desember 2025 OTT di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang menjerat sejumlah pihak dan berujung pada penyegelan ruang kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

KPK memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait OTT di Kalimantan Selatan setelah proses pemeriksaan awal selesai. Publik pun menantikan transparansi serta ketegasan penegakan hukum dalam upaya pemberantasan korupsi di daerah.*** (*/eny)

Berita Terkait

Sarasehan Nasional di Maumere, Melchias Mekeng Mìnta Pemerintah di NTT Berbenah Diri Terbitkan Obligasi Daerah
Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Biaya Penyakit Kronis Sedot Rp 50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat
Pendidikan Jadi Perhatian Serius Fraksi Partai Golkar MPR RI
Konsisten Lakukan Transformasi Digital, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan kepada 27 Faskes
Kolaborasi BPJS dan Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi Program JKN
Usulan Koalisi Permanen, AHP: Mengada-ada, Tidak Sesuai Realita Politik
2 Matel Tewas Mengenaskan, Melchias Mekeng Kecam Tindakan Brutal Oknum Polisi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:25 WITA

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:55 WITA

TMMD di Desa Werang Resmi Dimulai, Bupati Sikka Harap Dapat Bawa Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:06 WITA

Jaringan HAM Sikka Desak Bongkar Dugaan Praktik TPPO di Eltras Pub

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:34 WITA

Kuasa Hukum Eltras Pub Somasi Novi, Buktikan “Kuburan” Banyak Janin di Depan Penginapan LC

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:02 WITA

Gagal Salur di Dinkes Sikka Tembus Rp 4,3 Miliar, Paling Tinggi di Puskesmas Tuanggeo

Senin, 9 Februari 2026 - 21:50 WITA

Sesumbar Ungkap Tipikor Tercepat di Januari, Kajari Sikka Ternyata “Melempem”

Senin, 9 Februari 2026 - 19:58 WITA

Megaproyek Puskesmas Tuanggeo Terbengkelai, Masih Tunggu Audit BPK

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:45 WITA

GMNI Sikka Kecam Politisasi Kasus Bunuh Diri Pelajar SD di Ngada

Berita Terbaru

Ipda Leonardus Tunga

Daerah

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:25 WITA