Fraksi Partai Golkar berpendapat ke depan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sikka tidak hanya diukur dari perencanaan dan serapan anggaran, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.

Perlu Perhatian Serius
Masalah sampah juga menjadi sorotan Fraksi Nurani Sejahtera yang terdiri dari Partai Hanura dan PKS. Fraksi ini menekankan perlunya perhatian serius pemerintah terhadap sampah yang berserakan di kota, karena masalah tersebut bukan sekedar kebersihan, melainkan juga krisis lingkungan, kesehatan, dan ekonomi yang mendesak.
Bahruddin selaku Jurubicara Fraksi Partai Hanura menyebut dampak yang timbul antara lain merusak ekosistem dan mencemari sumber daya alam, menimbulkan risiko kesehatan masyarakat akibat penyebaran penyakit, mengganggu keindahan kota dan mengurangi kenyamanan masyarakat, serta menimbulkan risiko banjir akibat saluran drainase tersumbat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fraksi mengingatkan bahwa sampah yang menumpuk di bak-bak sampah atau tempat penampungan sementara jika dibiarkan akan meluap, terutama pada musim hujan. Hal ini dapat masuk ke saluran drainase, menyumbat aliran air, dan menyebabkan genangan di jalan, termasuk di jalur pertokoan dan depan Rumah Jabatan Ketua DPRD,” ungkap Politisi PKS itu.
Selain itu, Fraksi Nurani Sejahtera juga menekankan agar pemerintah lebih serius pada urusan pemeliharaan dan pembersihan saluran drainase yang sempit atau tersumbat oleh tanah dan sampah, sehingga aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko banjir serta genangan.
Pada proses pembahasan RAPBD 2026 baru-baru ini, DPRD Sikka telah merekomendasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar lebih serius menangani masalah sampah di Kabupaten Sikka, dan perlu melakulan penataan kawasn hijau pada wilayah perkotaan agar terlihat lebih teratur dan indah.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












