Fransiskus Stephanus Say bahkan menyampaikan informasi simpang siur tentang aliran dana proyek ke beberapa pihak. Karena itu dia mendesak pemerintah daerah haris memiliki keberanian membongkar dan menuntaskan persoalan proyek di Dinas Kesehatan.
“Harus ada sikap berani, tuntaskan semua, buka semua,” tegas dia.

Petrus Herlemus yang juga adalah Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Puskesmas Tuanggeo mengakui pekerjaan terlambat karena sebelumnya terjadi gagal lelang. Namun, kata dia, dari sisi waktu masih bisa dilaksanakan. Dia tidak sependapat jika pelaksanaan pekerjaan proyek itu disebut dipaksakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera secara diplomatis mengatakan Pemkab Sikka dan DPRD Sikka memiliki tujuan yang sama bahwa pelayanan masyarakat harus diutamakan. Dia menambahkan jika Puskesmas Tuanggeo dilanjutkan maka kebutuhan anggaran bukan lagi Rp 3,8 miliar, tapi bisa lebih.
Komisi 1 DPRD Sikka belum merekomendasikan kelanjutan pembangunan Puskesmas Tuanggeo. Rekomendasi yang disampaikan Komisi 1 adalah menunggu hasil audit dan rekomendasi dari BPK RI.
Sebagaimana diberitakan, PPK Puskesmas Tuanggeo Petrus Herlemus memastikan proyek miliaran rupiah yang dikerjakan oleh CV Jati Mas kini berstatus putus kontrak. Anggaran yang sudah dicairkan sebesar 40 persen dari nilai kontrak.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












