


Maumere-SuaraSikka.com: Pekerjaan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka hingga kini terbengkelai. Megaproyek senilai Rp 6.467.987.200 terhenti dengan realisasi fisik 56 persen dan anggaran 40 persen. Saat kini pemerintah daerah setempat tengah menunggu hasil audit BPK RI.
Hingga kini belum dketahui sejauh mana pelaksanaan audit yang dilakukan BPK RI. Informasi yang dihimpun media ini, BPK RI Perwakilan NTT sedang berada di Kabupaten Sikka dalam rangka pemerikaaan Laporan Keuangan Pemkab Sikka Tahun Anggaran 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi masalah pembangunan Puskesmas Tuanggeo, DPRD Sikka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, berlangsung di Ruang Komisi 1 DPRD Sikka, Senin (9/2). RDP yang dilaksanakan juga terkait pemanfaatan Puskesmas Hewokloang dan Gaji PPPK tenaga kesehatan yang belum dibayarkan.

RDP dipimpin Ketua Komisi 1 Yoseph Karimanto Eri didampingi Wakil Ketua Komisi 1 Antonius Hendrikus Rebu. Dari pemerontah daerah hadir antara lain Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus, dan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Sikka Conshita Hubertha Dhiu.
Sejumlah anggota DPRD Sikka mengkritisi pelaksanaan Puskesmas Tuanggeo yang tidak selesai. Piet Christian da Cunha dari Fraksi Partai Demokrat menilai pekerjaan proyek Puskesmas Tuanggeo dipaksakan untuk dikerjakan. Dia beralasan sudah terjadi keterlambatan 1,5 bulan karena gagal lelang.
“Terlalu dipaksakan, seharusnya dikembalikan saja,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












