28 Jam Tidak Kembali dari Panah Ikan di Perairan Wuring, Mateus Rohi Ditemukan Meninggal Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 338 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan Basarnas Maumere mengevakuasi jasad Mateus Rohi, Rabu (18/2)

Tim SAR Gabungan Basarnas Maumere mengevakuasi jasad Mateus Rohi, Rabu (18/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Setelah 28 jam tidak kembali dari aktivitas memanah ikan, Mateus Rohi, warga Lorong Ayam Kilo Dua Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok Kabupaten Sikka. Laki-laki berusia 42 tahun ini dtemukan meninggal dunia di Perairan Wuring, Rabu (18/2).

Tim SAR Gabungan Bassrnas Maumere yang melakukan pencsrian pada hari kedua berhasil menemukan jasad Mateus Rohi dalam jarak 0.59 NM dari lokasi tenggelam pada koordinat 08°35’4.97″S – 122°12’0.23″E. Korban langsung dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman menjelaskan pada Selasa (17/2) pukul 03.00 Wita Mateus Rohi bersama 2 rekannya berangkat menuju Perairan Wuring. Mereka bertiga bermaksud mencari ikan dengan cara memanah.

Tiga jam sesudahnya, 2 rekan Mateus Rohi yang sudah selesai memanah ikan, langsung menuju ke darat. Mateus Rohi yabg ditunggu rekan-rekannya ternyata tidak kunjung muncul ke permukaan laut.

Baca Juga :  Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

“Keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri namun tidak berhasil, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Maumere guna pencarian korban,” jelas Fathur Rahman.

Dia mengatakan sejak hari pertama setelah menerima informasi, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan Operasi SAR, namun belum berhasil ditemukan.

Berita Terkait

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA