


Maumere-SuaraSikka.com: Anggaran tahun 2025 di Kabupaten Sikka tidak terserap sebesar Rp33.653.263.843. Kondisi ini sangat ironis di saat rakyat sedang membutuhkan kegiatan pembangunan. Fraksi PDI Perjuangan menyebut kinerja Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago lemah.
Saat Pemandangan Umum Fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sikka Akhir Tahun 2025, Fraksi PDI Perjuangan memberikan perhatian serius terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan pendapatan dan belanja daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perspektif tata kelola keuangan publik, menurut Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Alfonsus Ambrosius, pendapatan dan belanja daerah seharusnya mencerminkan kemampuan pemerintah daerah dalam merencanakan dan memanfaatkan sumber daya fiskal secara efektif untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ujar Alfonsus Ambrosius, Fraksi PDI Perjuangan sangat menyayangkan kenyataan bahwa di tengah ruang fiskal daerah yang semakin terbatas, justeru terdapat selisih antara realisasi pendapatan dan belanja yang menyebabkan pengembalian anggaran kepada negara sebesar Rp33.653.263.843.
“Kondisi ini menunjukkan pemerintah daerah belum mampu mengoptimalkan penyerapan anggaran secara maksimal di tengah besarnya kebutuhan pembangunan masyarakat,” ungkap Alfonsus Ambrosius.
Dia mengatakan situasi ini menimbulkan kontradiksi yang cukup mencolok. Pasalnya, di satu sisi pemerintah daerah sering menyampaikan keterbatasan kemampuan fiskal, namun di sisi lain anggaran yang telah tersedia justeru tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Fraksi PDI Perjuangan menegaskan hal tersebut mencerminkan adanya kelemahan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












