Andreas Hugo Pareira kemudian memotivasi kader-kader dengan menggambarkan perjalanan PDI Perjuangan di Kabupaten Sikka sejak zaman Orde Lama hingga sekarang, dari ketika masih sebagai Partai Katolik, berfusi menjadi PDI, lalu PDI Pro Mega, dan kini berjubah PDI Perjuangan.

“Partai Katolik menang saat Pemilu di Orde Lama, lalu setelah fusi tahun 1973 PDI kalah terus tapi kita selalu dapat kursi. Bahkan pernah tahun 1982 PDI punya 5 kursi. Kemudian awal Orde Reformasi kita menang dengan 14 kursi. Dua pemilu terakhir kita menang,” singgung dia.
Perjalanan politik yang panjang tersebut, ujar dia, menunjukkan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah mati. Soliditas kader partai dan simbol perjuangan bagi masyarakat, sebut dia, menjadikan PDI Perjuangan selalu menjadi pilihan rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu memberikan 3 resep politik sebagai pedoman dalam menjalankan mesin partai secara bertanggungjawab sehingga mendapat tempat di hati masyarakat yakni komunikasi politik, akses informasi, dan kepercayaan.
Momentum Musyawarah Anak Cabang PDI Perjuangan Sikka ini juga sekaligus diberikan sekolah politik bagi kader-kader yang baru saja dilantik. Sekolah politik internal ini sebagai upaya awal untuk mencetak kader yang melayani rakyat dan memahami ideologi partai.*** (eny)
Halaman : 1 2















