Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 996 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Albertus Vinsensius, perwakilan investor pembangunan Dapur SPPG 3T di Kabupaten Sikka

Albertus Vinsensius, perwakilan investor pembangunan Dapur SPPG 3T di Kabupaten Sikka

Sementara itu, terdapat 1 unit yang tidak dikerjakan sama sekali, dan 4 unit lainnya tidak dapat diselesaikan sesuai rencana awal.

Kondisi ini kemudian menjadi dasar bagi pihak investor dan pelaksana untuk melakukan evaluasi serta perhitungan progres pekerjaan di lapangan berdasarkan capaian fisik yang telah dikerjakan.

“Karena ada pekerjaan yang tidak selesai, investor bersepakat dengan Ambo Gaharpung untuk melakukan perhitungan berdasarkan persentase progres pekerjaan di lapangan yang akan dijadikan dasar pembiayaan,” jelas dia.

Untuk memastikan objektivitas, lanjut Albertus, telah diturunkan tim independen guna melakukan pengukuran dan verifikasi progres pekerjaan di seluruh titik pembangunan. Namun dalam proses lanjutan, pihak investor mengalami kesulitan menghubungi rekanan untuk penandatanganan berita acara hasil perhitungan tersebut.

“Tim independen sudah turun melakukan pengukuran. Namun dalam perjalanan, investor kesulitan menghubungi rekanan untuk penandatanganan berita acara hasil perhitungan,” ujar dia.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Albertus juga mengungkapkan bahwa dalam proses menuju rencana appraisal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, pihak investor memperoleh informasi adanya sejumlah utang pekerjaan di lapangan yang ditinggalkan oleh pelaksana. Utang pekerjaan itu berupa tunggakan upah tukang serta pembayaran material bahan bangunan.

Berita Terkait

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan
10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif
SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka
Bangunan SDN Wolomoni di Niawula Ende Digusur Paksa, Jadikan Koperasi Desa Merah Putih, Satgas FP NTT Nasional Kecam Keras!
Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar
Hitung-Hitungan Sambut Baru: Sebuah Kesadaran yang Terlambat
Sekolah Rakyat di Sikka, Tunggu Penentuan Resmi Kemensos
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:36 WITA

SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WITA

Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:28 WITA

Hitung-Hitungan Sambut Baru: Sebuah Kesadaran yang Terlambat

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:48 WITA

Sekolah Rakyat di Sikka, Tunggu Penentuan Resmi Kemensos

Berita Terbaru