“Pembayaran belum dilakukan bukan hanya karena menunggu pencairan, tetapi karena kami masih menghitung secara detail berapa kewajiban yang harus dibayarkan. Ada banyak faktor, termasuk pinalti pekerjaan dan kesulitan menghubungi rekanan untuk penandatanganan berita acara,” jelas Albertus.
Dia menambahkan dalam proses verifikasi di lapangan juga muncul berbagai temuan baru dari masyarakat maupun pihak terkait yang datang menyampaikan pengaduan langsung kepada investor.
“Selain itu banyak juga temuan baru di lapangan dari orang-orang yang datang mengadu terkait pekerjaan yang berlangsung. Ini juga menjadi bagian yang harus kami verifikasi sebelum pengambilan keputusan akhir,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Albertus menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di lapangan tidak dapat dilihat secara sepihak, karena melibatkan dinamika pekerjaan, progres pembangunan, evaluasi hasil kerja, serta berbagai kewajiban yang muncul selama proses pelaksanaan proyek.
Menurutnya, investor tidak pernah memiliki niat untuk mengabaikan kewajiban ataupun merugikan pihak mana pun yang terlibat dalam pembangunan Dapur SPPG 3T. Namun seluruh penyelesaian harus tetap mengacu pada data pekerjaan, dokumen pendukung, serta hasil verifikasi di lapangan.
“Kami tetap membuka ruang komunikasi dan dialog dengan semua pihak untuk mencari solusi terbaik. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik, profesional, dan berdasarkan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” harap dia.


Ikuti Kami
Subscribe












