Albertus juga mengimbau seluruh pihak mengedepankan musyawarah serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses klarifikasi dan verifikasi pekerjaan selesai dilakukan.
“Kami menghormati semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan Dapur SPPG 3T. Karena itu kami berharap penyelesaian masalah ini dilakukan secara proporsional dengan melihat keseluruhan fakta dan perjalanan pembangunan SPPG 3T,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Kasus Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) muncul di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Tidak tanggung-tanggung, kasus ini menyeret Angelo Wake Kako (AWK). Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu dituding belum membayar pekerjaan fisik 4 titik Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T. Nilainya mencapai Rp 754 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini diungkapkan oleh Ambo Gaharpung, seorang pengusaha lokal di Kabupaten Sikka yang terlibat dalam menyelesaikan 4 Dapur SPPG milik AWK. Dia mengaku terpaksa membongkar persoalan ini ke publik karena sudah tidak tahan dengan janji-janji AWK yang tidak pernah terealisir sejak Maret 2026 lalu.
“Kami sudah sabar sekali menunggu pembayaran. Dia janji eksekusi bulan Maret, tapi sampai sekarang belum bayar saja,” keluh Ambo Gaharpung di Maumere, Kamis (4/6) lalu.
Dari hasil penelusuran Ambo Gaharpung, biaya pembangunan 4 Dapur SPPG milik AWK sudah dicairkan BGN dalam 2 tahap. Ambo Gaharpung menyesalkan sikap AWK yang sama sekali tidak punya niat membayar jasa kerja dia dan kawan-kawan.


Ikuti Kami
Subscribe












