Pola pendekatan bertindak lokal dan berpikir nasional dari Partai Golkar Sikka, diwujudkan bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Mekeng melalui sejumlah rangkaian kegiatan.
Pertama, menyerap aspirasi, suara di tingkat lokal/kabupaten dengan melakukan tatap muka dan menampung keluhan secara langsung dari guru-guru honor non ASN dan guru ASN.
Kedua, menganalisa permasalahan utama guru honorer. Ketiga, menyuarakan keluhan guru honorer ke tingkat nasional, bahwa di balik pengabdian panjang guru honorer masih terdapat ketidakpastian hukum dan kesejahteraan yang memprihatinkan.
Dari hasil analisa, Partai Golkar Sikka memastikan terdapat permasalahan utama yang menghambat kesejahteraan guru honorer. Pertama, besarnya alokasi anggaran pendidikan 20% dari APBN belum menyentuh guru honorer. Pasalnya, masih banyak guru honorer yang menerima gaji ratusan ribu rupiah perbulan.
Kedua, ketidakjelasan status hukum guru honorer antara tenaga kerja dan tenaga guru sebagai pendidik yang menciptakan celah hukum, di mana guru honorer tidak terlindungi oleh Undang Undang Ketenagakerjaan dan Undang Undang Guru dan Dosen.
Ketiga, terkesan saling lempar tanggung jawab antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait pengangkatan dan penggajian PPPK.


Ikuti Kami
Subscribe












