Pada segmen kluster Flores bagian barat, para ahli menemukan fakta mengejutkan. Terdapat empat sumber gempa signifikan dengan magnitudo di atas M5,0 yang memiliki mekanisme sesar normal (normal fault), bukan sesar naik (thrust fault) seperti pada gempa utama. Hal ini membuktikan bahwa selain Sesar Naik Flores yang menjadi pemicu utama, terdapat sumber gempa lain yang ikut ‘terbangun’ dan aktif akibat pergeseran energi tektonik tersebut.
Mengingat kondisi yang menunjukkan adanya keterlibatan berbagai struktur sesar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi guncangan susulan. Meskipun sebagian besar gempa memiliki magnitudo kecil, kedalamannya yang dangkal tetap berisiko menyebabkan kerusakan pada bangunan yang tidak kokoh.
Secara keseluruhan, rentetan gempa ini merupakan bagian alami dari proses penyesuaian kerak bumi dalam melepaskan ketegangan tektonik yang masif. Pemantauan intensif dari pihak BMKG dan koordinasi kebencanaan dari BNPB menjadi kunci utama dalam memitigasi dampak lebih lanjut dari aktivitas seismik yang masih berlangsung di wilayah Flores ini.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












