Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 711 warga Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata, dievakuasi ke Kota Lewoleba, Selasa (1/12) pagi tadi. Mereka ditempatkan tersebar pada beberapa lokasi pengungsi.
Mereka yang dievakuasi merupakan warga pada 4 desa, yakni Lamau, Tokojaeng, Waematan, dan Baollaliduli. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama kurang lebih 11 jam.
Riswan, salah seorang Tim Rescue Basarnas Maumere menginformasikan proses evakuasi dimulai pada Senin (30/11) pukul 21.00 Wita, dan baru berakhir pada Selasa (1/12) pukul 08.00 Wita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Evakuasi ratusan warga 4 desa ini dipimpin BPBD Lewoleba. Selain Tim Rescue Basarnas Maumere, ikut terlibat juga aparat TNI Polri, Satpol PP Lembata, personil Dinas Pariwisata dan Dinas Perhuhungan Lembata, Tagana Lembata, PMI Lewoleba, dan organisasi Pramuka Lembata.

Ratusan warga dievakuasi dari tempat tinggal mereka, untuk menghindari erupsi Gunung Ile Lewotolok. Kecamatan Ile Ape Timur merupakan salah satu wilayah yang langsung terkena dampak erupsi.
Riswan menambahkan banyak warga yang masih bertahan dan belum sempat dievakuasi. Karena itu rencananya hari ini tim akan kembali menyisir warga untuk dievakuasi ke lokasi pengungsian di Lewoleba.
Sebagaimana diberitakan, Gunung Ile Lewotolok mulai menyemburkan abu vulkanik dan material lainnya sejak Jumat pekan lalu. Aktifitas gunung berapi ini meningkat pada Minggu (29/11). Warga pun mulai panik dan memutuskan evakuasi mandiri ke rumah-rumah keluarga di Lewoleba.*** (eny)















