




Maumere-SuaraSikka.com: Albertus Manggela Keupung, salah seorang sesepuh dan tokoh Kabupaten Sikka, meninggal dunia pada Minggu (25/12), persis pada Hari Raya Natal.
Jasad birokrat tulen dan politisi andal itu dimakamkan pada Selasa (27/12) siang pada pemakaman keluarga di Jalan Eltari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia dibaringkan di samping istri tercinta Pankrasia Parera yang lebih dulu berpulang pada 14 Sept 2010 dan anak mantunya Teddy Astuti Parera yang meninggal pada 11 September 2015.
Acara pemakaman mantan Ketua DPRD Sikka dan mantan Ketua Partai Golkar Sikka ini diwarnai musikal tradisional di daerah itu.

Gong waning dan tarian-tarian dari Keluarga Keupung Baomekot mengantar jasad almarhum dari rumah duka ke Gereja Katedral.
Setelah Misa Requiem yang dipimpin Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu, gong waning dan tarian kembali mengiringi perjalanan jasad Manggela ke rumah duka.
Dari depan rumah duka, untuk terakhir kalinya tari-tarian mengantar jasad Manggela Keupung menuju ke tempat peristirahatan terakhir.
Pemakaman diwarnai musik tradisional di Kabupaten Sikka, biasanya terjadi ketika yang meninggal sudah berusia uzur, atau setidaknya di atas 70 tahun. Manggela Keupung meninggal dunia pada usia 84 tahun 11 bulan 9 hari.
Rangkaian pemakaman Manggela Keupung dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan dan politik di daerah itu.
Tampak hadir antara lain Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Wabup Sikka Romanus Woga, Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri, pimpinan satuan perangkat daerah, dan Ketua Yayasan Unipa Maumere Sabinus Nabu.
Terlihat juga dua orang mantan Bupati Sikka, Alexander Longginus dan Yoseph Ansar Rera, mantan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, mantan Wakil Ketua DPRD Sikka Agustinus Romualdus Heni, sejumlah mantan anggota DPRD Sikka, dan mantan Sekda Sikka Cypri da Costa.
Dari Partai Golkar Sikka, hadir tokoh-tokoh penting, seperti Ketua Dewan Penasihat Paulus Depa, Ketua Partai Golkar Gorgonius Nago Bapa, serta anggoga Fraksi Partai Golkar.
Delapan orang pengurus Partai Golkar mengenakan seragam partai, tampil sebagai pengusung peti jenazah.*** (eny)






















