Maumere-SuaraSikka.com: Kota Maumere di Kabupaten Sikka, semakin mencekam saja di malam hari. Pasalnya, sering muncul peristiwa-peristiwa kriminalitas yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pelintas jalan, terutama penhendara roda dua.
Kejadian yang terbaru yakni teror anak panah yang menimpa Gregorius Federikus Sadin, seorang pelajar berusia 17 tahun, pada Kamis (30/3) sekitar pukul 23.30 Wita.
Kasus ini ramai dan menjadi viral di lamam media-media sosial. Mulanya netizen tidak menanggapi serius karena minimnya informasi publik. Namun setelah foto-foto korban ditampilkan dengan posisi anak panah yang masih tertancap, sontak netizen mengutuk peristiwa ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari berbagai informasi yang dihimpun media ini, diketahui Gregorius Federikus Sadin bersama temannya bernama Marianus Fritoloka, 21 tahun, malam itu melintasi Jalan Kimang Buleng dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash berwarna hitam.
Dua pelajar ini baru selesai memanfaatkan jasa internet gratis di Klinik Mahawira. Keduanya hendak kembali ke rumah, di belakang Kantor Pelni Maumere di Kelurahan Kota Uneng.
Persis di depan Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Gregorius Frederikus dan Marianus Fitaloka berpapasan dengan 2 motor yang datang dari arah utara.
Sepeda motor Beat berwarma putih, berboncengan 2 orang. Lalu sepeda motor Revo berwarna hitam, juga berboncengan 2 orang.
Saat itu tiba-tiba saja seorang pelaku yang adalah orang tidak dikenal, diketahui berboncengan sepeda motor Beat, melepaskan tembakan ke arah korban.
Spontan setelah itu pelaku bersama kawan-kawannya langsung kabur. Sementara Gregorius Frederikus bersama
Marianus Fritoloka terus melanjutkan perjalanan.
Korban mulai merasa sakit pada bagian kanan perut. Lalu mereka berhenti di tengah jalan. Korban kaget ketika mengetahui sebuah anak panah tertancap di bagian kanan perut.
Korban akhirnya dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pertolongan.
Informasi yang dihimpun media ini, korban sudah menjalani operasi di RSUD TC Hillers Maumere, Jumat (31/3), untuk mengeluarkan anak panah dari perutnya. Kondisi korban saat ininterbaring lemas dan traumatis.
Hingga kini belum ada informasi resmi dari aparat kepolisian. Terbetik kabar anggota Polres Sikka tengah mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.*** (eny)















