


Maumere-SuaraSikka.com: Pekerjan ruas jalan Kei-Riit di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, hingga kini belum selesai. Padahal proyek senilai Rp 7.572.259.000 ini dikerjakan sudah hampir 1 tahun.
Idealnya proyek ini dikerjakan selama 180 hari, sebagaimana informasi yang terlihat pada papan proyek. Namun faktanya proyek ini sudah dilaksanakan selama 360 hari atau hampir 1 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada papan informasi proyek, terekam proyek ini dikerjakan oleh CV Enam Bersaudara, dengan tanggal kontrak 13 Desember 2021. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 hari, atau hingga 8 Juli 2022.
Pejabat Pembuat Komitmen Fred Djen yang dihubungi via WhatssApp, Senin (15/5) belum memberikan keterangan. Sepertinya pesan singkat belum dibaca.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sikka Silvester Iku mengatakan mestinya secara ideal proyek tersebut berakhir pada Juli 2022. Dia sendiri kurang tahu apa alasannya sehingga proyek yang bersumber dari Dana PEN tersebut masih dikerjakan hingga sekarang.
“Ini bukan kewenangan saya untuk menjelaskan,” ujar dia sangat hati-hati, Senin (15/5).
Menurut yang dia tahu, setelah tanda tangan kontrak, proyek ini baru mulai dikerjakan pada Maret atau April 2023. Dia tidak menyampaikan apa alsasan sehingga tiga sampai bulan tidak ada aktifitas pekerjaan.
Data yang terekam pada Bidang Jalan dan Jembatan, pekerjaan ruas jalan Kei-Riit telah mencapai 95,19 persen, dengan realisasi keuangan mencapai 90,44 persen.

Sebelumnya, Pater Vande Raring, seorang warga Kabupaten Sikka mengeluhkan kualitas pekerjaan ruas jalan Kei-Riit. Dia prihatin dengan pekerjaan yang menurutnya terbengkelai.
“Saya saksikan sendiri, ruas jalan ini dikerjakan sepotong-potong. Ada hotmix, lalu lubang-lubang, hotmix lagi, lubang-lubang lagi,” jelas Pater Vande Raring kepada sejumlah wartawan di Maumere, Senin (15/5).
Dia mengaku setiap bulan ke Desa Bloro, dan melewati ruas jalan tersebut. Sehingga secara kasat mata, dia mengikuti perkembangan pekerjaan ruas jalan ini.
Pater Vande sering kali mengkritisi pekerjaan jalan ini melalui postingan di media sosial.
Kritik konstruktifnya lebih tertuju kepada fungsi pengawasan wakil-wakil rakyat di DPRD Sikka. Tapi sejauh ini, ujar dia, tidak ada respon.

“Kemarin saya ke Bloro lagi. Saya posting lagi di media sosial. Sedikit lebih tajam dan tendensius. Ada reaksi dari Ketua DPRD Sikka. Beliau chat saya, lalu bilang mungkin hanya orang yang diduga sakit jiwa yang merasa tidak puas. Ahhh, ini kan lucu. Bisa jadi beliau yang sakit jiwa, sehingga mati rasa terhadap fakta dan realitas,” ujar Pante Vande Raring.
Pater Vande Raring berharap DPRD Sikka sebagai representasi rakyat di daerah itu benar-benar menjalankan fungsi kontrol.
Pada bagian lain media ini mendapat informasi bahwa volume pekerjaan ruas jalan ini sepanjang 6 kilometer. Masih tersisa 700 meter yang belum diaspal. Rencananya, Selasa (16/5) besok, kontraktor pelaksana akan menghampar aspal pada sisa pekerjaan.*** (eny)




















