
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah 34 proyek di Dinas PUPR Kabupaten Sikka yang bersumber dari dana pinjaman daerah, hingga kini belum mencapai 100 persen.
Bahkan 8 di antaranya dengan realisasi fisik jeblok. Diperkirakan 8 proyek ini bakal mangkrak hingga deadline 31 September 2023 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data dari Dinas PUPR, paling menyedihkan adalah Pembangunan Jaringan Air IKK Kec Paga, yang lebih familiar dengan sebutan Proyek Ijukutu.
Proyek ini bernilai Rp 4.205.065.378, dikerjakan CV Varanus Cipta Perkasa. Realisasi fisik hanya mencapai 0,04 persen, sementara realisasi uang muka Rp 630.759.807.
Gonjang-ganjing proyek ini akhirnya membuat Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Nong Buyung Dekresano mengambil sikap tegas dengan melakukan pemutusan kontrak.
Saat ini Proyek Ijukutu sudah dilelang ulang, dengan nilai kontrak sekitar Rp 3,5 miliar. Kontraktor yang memenangkan lelang ulang yakni CV Buratino.
Paket proyek lain yang juga mirip nasibnya yakni Peningkatan Jalan Nangablo-Hagarahu. Proyek ini dikerjakan sejak tahun 2021 oleh CV Balista Timor Perkasa. Hingga 31 Mei 2023 realisasi fisik 0,61 persen, sementara realisasi keuangan Rp 140.105.250.
Kontraktor pelaksana yang sama juga mendapatkan dana pinjaman daerah untuk paket pekerjaan Peningkatan Jalan Nita-Riit senilai Rp 1.311.237.000.
Mirisnya, realisasi fisik baru mencapai 57,16 persen, sementara realisasi keuangan 61,72 persen atau setara Rp 809.243.027.
Dana pinjaman daerah juga nyaris hilang percuma senilai Rp 2 miliar lebih. Paket Pengadaan Mobil Bor Air senilai Rp 2.372.142.927, hingga 31 Mei 2023 masih 0 persen. Beruntung fisik kendaraan sudah ada di Kota Maumere.
Selain proyek-proyek dengan realisasi fisik jeblok di bawah 50 persen, disinyalir sejumlah proyek dengan realisasi fisik di atas 50 persen, besar kemungkinan juga tidak bisa diselesaikan.
Kepala Dinas PUPR Sikka Fred Djen saat rapat dengar pendapat menyebut beberapa kontraktor pelaksana tengah mengalami kesulitan uang.
Dia mencontohkan Peningkatan Jalan Kei-Riit senilai Rp 7.572.159.000. Proyek yang dikerjakan CV Enam Bersaudara ini dengan realisasi fisik mencapai 95,19 persen. Pekerjaan belum bisa diselesaikan karena kontraktor tidak memiliki modal.
Proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah mesti diselesaikan hingga 31 September 2023. Kepala Dinas PUPR Sikka Fred Djen berjanji akan mendesak kontraktor pelaksana menyelesaikan semua pekerjaan sebelum jatuh tempo.
Berikut 8 paket pekerjaan yang realisasi fisik jeblok hingga 31 Mei 2023:
1. Pembangunan Sumur Bor Air Desa Koting B, dikerjakan CV Sumber Mujizat, nilai Rp 690.387.000, realisasi fisik 16,10 persen.
2. Bantuan Sumur Bor Desa Iantena, dikerjakan CV Soegianto Tirta Makmur, nilai 958.800.000, realisasi fisik 7,57 persen.
3. Pembangunan Sumur Bor Desa Wairblerer, dikerjakan CV Mega Express, nilai Rp 991.592.728, realisasi fisik 6,67 persen.
4. Pembangunan Sumur Bor Pulau Pemana, dikerjakan CV Tridaya Perkasa, nilai Rp 993.000.000, realisasi fisik 40,00 persen.
5. Pembangunan Jaringan Air IKK Kec Paga, dikerjakan CV Varanus Cipta Perkasa, nilai 4.205.065.378, realisasi fisik 0,04 persen.
6. Penyediaan Air Bersih Teknologi Watergen Desa Semparong, dikerjakan CV Putra Timor, nilai Rp 2.294.420.005, realisasi fisik 8,00 persen.
7. Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Besar, dikerjakan CV Triofa Perkasa Sejati, nilai Rp 1.626.000.000, realisasi fisik 35,85 persen.
8. Peningkatan Jalan Nangablo-Hagarahu, dikerjakan CV Balista Timor Perkasa, nilai Rp 934.035.000, realisasi fisik 0,61 persen.*** (eny)




















