


Maumere-SuaraSikka.com: Lagi 16 hari Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego meletakkan jabatan. Dia malah tidak tenang, karena karakter emosionalnya mulai kumat.
Hal ini terlihat ketika bagaimana orang nomor satu di Kabupaten Sikka itu bereaksi atas pendapat dan pikiran Yosef Nong Soni, Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara puluhan warga masyarakat Desa Mahebora dan Desa Nirangkliung bersama DPRD Sikka, Senin (4/9).
RDP terkait masalah pekerjaan proyek peningkatan jalan Nangablo-Hagarahu di Kecamatan Nita. Pasalnya proyek yang dikerjakan CV Balista Timor Perkasa senilai Rp 934.035.000 itu, realisasi fisik baru mencapai 0,61 persen.
Tidak hanya bicara terkait ruas jalan ini, Yosef Nong Soni mengkritisi pelaksanaan beberapa proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
Menurut dia, masih banyak proyek yang bermasalah dan berpotensi tidak bisa selesai, salah satu faktor karena lemahnya kontrol yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati.
Rupanya kritikan anggota DPRD Sikka ini ditanggapi dengan reaksi emosional yang tidak terkontrol.
Bupati Sikka langsung menyingkirkan barang-barang yang ada di atas meja, sehingga semuanya terjatuh ke lantai paripurna.
Terdengar bunyi pecah cangkir air minum dan gelas kopi. Sisa-sisa kopi berhamburan dan tercecer di atas lantai. Ada juga toples makanan ringan dan dos tisu yang ikut “terbang” ke lantai.
Usai membuat kegaduhan, Bupati Sikka langsung meninggalkan ruangan paripurna.
“Jangan bias ke tempat lain,” ujar Bupati Sikka tampak marah sambil berlalu keluar ruang paripurna.
Ketua DPRD Sikka Donatus David yang memimpin RDP sempat ingin menghentikan kegiatan RDP, namun akhirnya dilanjutkan kembali.*** (eny)















