


Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPRD Sikka Yosef Nong Soni menanggapi santai reaksi anarkis Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada saat rapat dengar pendapat (RDP), Senin (4/9).
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem ini malah berpikiran positip saja. Padahal reaksi Bupati Sikka yang menghamburkan semua barang di atas meja ke lantai paripurna, justeru pada saat dia sedang berbicara mengkritisi Bupati dan Wakil Bupati Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mungkin (Bupati) kelelahan, capai, sehingga tidak siap menerima koreksi dari DPRD,” ujar dia santai, usai peristiwa yang memalukan itu.
Meski menyikapi dengan santai, Yosef Nong Soni memastikan tindakan Bupati Sikka merupakan cermin buruknya kepemimpinan di Kabupaten Sikka.
Sebagaimana diketahui, Bupati Sikka menghamburkan semua barang yang ada di atas meja. Cangkir air minum dan gelas kopi terjatuh ke lantai paripurna DPRD Sikka, hingga pecah berkeping-keping.
Begitu juga dos tisu dan toples makanan ringan semuanya “terbang” ke lantai paripurna.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/9) di ruang paripurna DPRD Sikka. Saat itu sedang dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sikka dan masyarakat Desa Mahebora dan Desa Nirangkliung. Bupati Sikka hadir dalam RDP.
RDP terkait masalah pekerjaan proyek peningkatan jalan Nangablo-Hagarahu di Kecamatan Nita.
Pasalnya proyek yang dikerjakan CV Balista Timor Perkasa senilai Rp 934.035.000 itu, realisasi fisik baru mencapai 0,61 persen.
Bupati Sikka sepertinya tersinggung dengan pendapat dan pikiran Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka dari Fraksi Partai Nasdem.
Yosef Nong Soni mengkritisi kualitas pelaksanaan proyek-proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
Menurut dia, masih banyak proyek yang bermasalah dan berpotensi tidak bisa selesai, salah satu faktor karena lemahnya kontrol yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati.*** (eny)















