Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah calon anggota legislatif petahana gagal kembali ke Gedung Kulababong. Mereka antara lain petahana vokal dan kritis konstruktif di DPRD Sikka. Ternyata kualitas yang dimiliki tidak menjamin para anggota dewan ini dapat mempertahankan kursi legislatif.
Para petahana tersebut, ada yang merupakan petinggi partai politik, ada pula yang menempati jabatan strategis di DPRD Sikka. Bahkan ada yang sudah lebih dari 1 periode sebagai wakil rakyat.
Selain karena perolehan suara perorangan yang menurun, para petahana ini juga gagal menjadi wakil rakyat karena kalah bersaing dengan pendatang baru. Bahkan ada juga karena partai politik tidak menembus alokasi kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Donatus David dari PDIP misalnya. Legislator 2 periode itu kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sikka Periode 2019-2024. Dalam jabatan yang strategis itu, Donatus David juga bertindak sebagai Ketua Badan Anggaran DPRD Sikka.
Politisi asal Kecamatan Nita memperoleh 1.655 suara. Dia terpaut 388 suara dari petahana Benediktus Lukas Raja. Bahkan Donatus David masih kalah bersaing dengan pendatang baru Hendrikus Weki yang mengoleksi 1.930 suara.
Ketua PAN Sikka Philipus Fransiskus terlempar menyakitkan dari Dapil Sikka 3. Perolehan suara Ketua Komisi 1 DPRD Sikka ini paling tinggi di PAN. Tapi perolehan suara partai politik dan calon tidak menembus alokasi kursi. PAN hanya memperoleh 2.580 suara, dan berada di posisi ke-11 dari 9 kursi yang diperebutkan.
Begitu juga 2 andalan PAN yang terkenal kritis dalam hal anggaran. Fransiskus Ropi Sinde di Dapil Sikka 1 dan Filario Charles Betrandi di Dapil Sikka 2, meski menjadi pemenang di internal partai, keduanya gagal karena PAN tidak tembus alokasi kursi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












