

Maumere-SuaraSikka.com: Demonstrasi yang terjadi di beberapa kota besar belakangan ini, merambat juga ke Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Dua kelompok mahasiswa secara bersamaan turun ke jalan, Senin (1/9).
Aktifis PMKRI Maumere menggelar aksi di Mapolres Sikka, lalu melanjutkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Sikka. Sementara kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sikka, GMNI Maumere, HMI Sikka, dan BEM Unimof melakukan aksi di Mapolres Sikka dan DPRD Sikka. Long march dari satu lokasi aksi ke lokasi lain dikawal ketat aparat Polres Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana aksi demonstrasi 2 kelompok mahasiswa ini awalnya membuatnya resah. Banyak pihak yang kuatir aksi tersebut bakal berlangsung anarkis seperti yang terjadi di beberapa wilayah, hingga mengakibatkan kemacetan, penjarahan, pengrusakan fasilitas umum, hingga korban meninggal dunia.
Di Sekretariat DPRD Sikka misalnya, kendaraan operasional tidak diparkir di kantor. Pimpinan DPRD Sikka hanya diantar saja, karena mobil operasional pimpinan seterusnya langsung diamankan di tempat lain. Bahkan semua dokumen penting di Sekretariat DPRD Sikka dikemas rapi dan diamankan di tempat lain.
Ternyata aksi demontrasi pada 3 lokasi, berlangsung kondusif kurang lebih dari pukul 11.00 Wita hingga 15.30 Wita. Tidak ada tindakan-tindakan anarkis seperti melempar batu, petasan, atau granat. Tidak ada bentrok fisik antara kelompok pendemo dengan aparat keamanan. Kelompok Cipayung Plus sempat membakar 1 buah ban di depan Mapolres Sikka, namun itu pun tidak membuat kondisi menjadi chaos.

Pihak yang didatangi massa aksi terlibat ikut menciptakan suasana kondusif. Di Mapolres Sikka misalnya, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno rela naik ke atas mobil orasi PMKRI Maumere dan Cipayung Plus. Dia tidak berorasi, tetapi justeru sebaliknya menyampaikan komitmennya mengawal massa aksi tanpa melakukan tindakan represif.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












