

Maumere-SuaraSikka.com: Front Revolusi Agraria Marhaeni bersama Masyarakat Adat Nangahale di Kabupaten Sikka menggelar aksi demo dalam rangka memperingati Hari Tani, Rabu (24/9). Mereka menyasar Kantor Bupati Sikka untuk menyampaikan tuntutan dan sikap pernyataan.
Aksi Hari Tani ini sempat membuat ketar-ketir aparat kepolisian. Pasalnya, Front Revolusi Agraria Marhaeni dan MA Nangahale mengklaim menurunkan 500 orang dalam aksi tersebut. Klaim ini tertuang jelas dalam surat permohonan izin menggelar aksi yang ditujukan kepada Kapolres Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi keterlibatan massa aksi yang cukup banyak, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno kemudian berkoordinasi dengan Polda NTT. Sebagaimana arahan, Polres Sikka diminta memperkuat jumlah personil keamanan.

Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayan Oka Deswanta yang dihubungi di Kantor Bupati Sikka, memastikan pihaknya meminta bantuan keamanan dari Polres Ende, Polres Ngada, dan Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor Ende. Semua personil dengan status BKO (Bawah Kendali Operasi) berjumlah 90 orang.
Ternyata aksi Front Revolusi Agraria Marhaeni bersama MA Nangahale hanya melibatkan tidak lebih dari 40 peserta. Sebagian besar adalah kaum perempuan. Mereka mengklaim peserta adalah petani yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka.
Menanggapi jumlah massa aksi yang hanya segelintir orang, tidak sehebat klaim saat mengajukan surat permohonan izin aksi, AKP I Wayan Oka Deswanta menjawab santai saja. Buat dia, penting bagi aparat keamanan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












