Dokter Umum dan Dokter Gigi di Sikka Mengeluh, Beban Kerja Tinggi, Insentif Rendah

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,806 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana RDP terkait persoalan yang dialami dokter umum dan dokter gigi di Kabupaten Sikka, Selasa (16/12)

Suasana RDP terkait persoalan yang dialami dokter umum dan dokter gigi di Kabupaten Sikka, Selasa (16/12)

Maumere-SuaraSikka.com: Masalah pelayanan kesehatan di Kabupaten Sikka kembali menyeruak. Kali ini datang dari dokter umum dan dokter gigi. Dua komponen profesi dokter ini mengeluh antara lain karena jumlah sedikit, sementara beban kerja begitu tinggi, dan insentif yang diterima sangat kecil.

Keluhan para dokter ini terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka, Selasa (16/12). Perwakilan dokter yang hadir di RDP adalah Ketua IDI Sikka Dokter Thadeus Watu, lalu Dokter Servasius Suwaldus Situ dari Puskesnas Watubaing, dan Dokter Gigi Ewaldus Oktavianus Seda Sega dari PDGI Cabang Flores.

Baca Juga :  Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Setidaknya terdapat 6 persoalan dasar yang menyelimuti para dokter. Pertama, jumlah dokter dan dokter gigi di Kabupaten Sikka belum memenuhi standar rasio pelayanan kesehatan nasional, sehingga sebagian tenaga medis harus melayani lebih dari satu puskesmas tanpa kompensasi jasa medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, pelayanan konsultasi medis jarak jauh atau telekonsultasi belum memiliki dasar hukum berupa Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati. Ketiga, dokter dan dokter gigi berstatus Aparatur Sipil Negara tidak memperoleh tunjangan kinerja sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Keempat, insentif tenaga medis tidak dibayarkan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Sikka Nomor 5 Tahun 2025. Kelima, penetapan Perda Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan tidak didasarkan pada analisis biaya satuan (unit cost) dan tidak menyesuaikan dengan tingkat inflasi daerah.

Dan keenam, perencanaan, distribusi, dan pendayagunaan tenaga medis belum diiringi dengan ketersediaan fasilitas dan sarana penunjang pelayanan, yang berdampak pada efektivitas dan mutu layanan kesehatan.

Berita Terkait

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WITA

Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terbaru