





Maumere-SuaraSikka.com: Festival Sepak Bola Pelajar Nian Tana Tahun 2026 di Kabupaten Sikka resmi ditutup Minggu (10/5). Turnamen yang digagas PSSI Sikka itu berlangsung sukses sejak 11 Maret 2026. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat menutup iven tersebut di Gelora Samador da Cunha Maumere memberikan apresiasi atas upaya PSSI Sikka meniti prestasi dan perkembangan sepak bola di Sikka.
Kegiatan sepak bola yang dirancang dengan istilah Festival, menggelar 3 turnamen sekaligus, yakni antar SMP Putra, SMA Putra, dan SMA Putri. Terdapat 52 tim yang ikut ambil bagian, terdiri dari 20 Tim SMP Putra memperebutkan Piala Klaus Neuman, 8 Tim SMP Putri memperebutkan Piala Du’a Toru, dan 22 Tim SMA Putra memperebutkan Piala DPRD Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Klaus Neuman adalah seorang misionaris Jerman yang sudah lama berkarya di Kabupaten Sikka. Dia sangat peduli dengan perkembangan sepak bola di daerah itu. Kontribusi-nya sangat nyata, dengan terlibat aktif sebagai salah satu peracik strategi bagi Persami Maumere dalam setiap perhelatan Eltari Cup hingga Eltari Memorial Cup pada tahun 1980-an. Sukses Persami Maumere meraih tropi pada tahun 1984, antara lain karena tangan dingin Pater Klaus Neuman.

Perhatian Pater Klaus Neuman kepada sepak bola Sikka tidak berhenti di situ. Hingga meninggal dunia, dia terus berupaya dengan caranya melakukan pembinaan bagi generasi muda untuk menjadi pesepakbola andal. Salah satu yang dia lakukan yakni membangun lapangan sepak bola di Kewapante. Lapangan ini kemudian menjadi salah satu venue Festival Sepak Bola Pelajar Nian Tana.
Lalu Du’a Toru, merupakan seorang pahlawan emansipasi wanita dan pejuang lokal dari Kabupaten Sikka. Perempuan asal Kecamatan Waiblama kelahiran 1897 ini pernah memimpin perlawanan masyarakat adat Tana Ai melawan penjajah. Perjuangannya dikenang melalui semboyan heroik Au Dua Toru, mout ganu ular uta-panan ganu ohu tawan.
Melekatkan nama Du’a Toru pada piala yang diperebutkan untuk kategori SMA Putri, sebagai bagian dari cara PSSI Sikka memberikan penghormatan kepada Du’a Toru. Semangat perjuangan Du’a Toru melawan penjajahan pada saat itu, diharapkan dapat menularkan jiwa patriotisme kepada perempuan-perempuan generasi sekarang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












