

Maumere-SuaraSikka.com: Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi pelaksanaan pendidikan berkarakter Pancasila, termasuk di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Sekolah-sekolah dianggap sebagai media paling ideal dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila. Karena itu sejatinya anggaran pendidikan harus disiapkan lebih banyak demi peningkatan kualitas pendidikan.
Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi berpendapat tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yakni Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, sangat relevan dengan kondisi politik dunia saat ini yang diwarnai rivalitas aliansi antara blok barat dan blok timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, polarisasi ini mirip dengan kondisi geopolitik pada abad ke-19 yang lalu. Saat itu, kata dia, Pancasila lahir di tengah perkembangan pesat dua spektrum ideologi dunia. Blok Barat mengusung ideologi Liberal-Kapitalis dan Blok Timur berlandaskan ideologi Sosialis-Komunis.
Bung Karno dan para pendiri negara lainnya mengambil sikap non-blok yang dimulai dengan berbeda pandangan secara ideologis. Dialektika ideologis pada aras panggung politik, kata Stef Sumandi, mendorong Bung Karno mengarsiteki lahirnya Pancasila dengan cara menggalinya dari bumi Indonesia.
Jika membaca Pidato 1 Juni 1945 di hadapan Sidang BPUPKI, menurut Stef Sumandi, sangat jelas Bung Karno menegaskan Pancasila merupakan corak khas bangsa Indonesia. Pancasila tidak diadopsi dari pengaruh bangsa luar, tetapi sila-sila Pancasila merupakan nilai-nilai universal yang hidup dan dihidupi oleh bangsa Indonesia dan masyarakat dunia. Pancasila menjadi pemersatu bangsa-bangsa sekaligus menjadi fondasi perdamaian dunia. Perdamaian hanya mungkin terjadi jika dari ketegangan itu ditemukan nilai-nila universal yang mengikat.
“Saya kira itu hanya ditemukan dalam Pancasila,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












