


Maumere-SuaraSikka.com: Masa tanggap darurat gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka Propinsi NTT telah berakhir Sabtu (12/9). Kini daerah itu tengah memasuki fase transisi menuju pemulihan.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere Melki Bata kemudian mempertanyakan sisa logistik bantuan yang berada di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Kantor BPBD Sikka. Selain itu, organisasi kemahasiswaan ini juga menyentil Bantuan Presiden senilai Rp 20 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah perlu memastikan seluruh bantuan dan anggaran yang masih tersedia benar-benar diarahkan kepada masyarakat terdampak,” tegas dia, Minggu (13/9).
Terkait Bantuan Presiden Rp 20 miliar, Melki Bata mengatakan sebelumnya pemerintah daerah menjelaskan bahwa Rp 300 juta telah direalisasikan, sementara Rp 2,5 miliar dialokasikan untuk kebutuhan tanggap darurat, dan Rp 17,5 miliar direncanakan untuk masa transisi dan pemulihan.
Bagi PMKRI Maumere, penjelasan ini patut dihargai. Namun, menurut dia, memasuki fase pemulihan, hal yang menjadi perhatian penting yakni program yang akan dibiayai dari Rp17,5 miliar tersebut, wilayah dan kelompok masyarakat yang menjadi prioritas, kapan direalisasikan, serta bagaimana masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi penggunaannya.
“Kami tidak sedang menuduh adanya penyalahgunaan anggaran. Kami hanya meminta kejelasan agar publik mengetahui arah penggunaan anggaran tersebut dan siapa yang menjadi penerima manfaatnya. Setelah tanggap darurat selesai, sekarang saatnya kita melihat bagaimana anggaran dan bantuan diarahkan untuk pemulihan masyarakat,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












