Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka mengevakuasi 9 warga karantina ke Ruang Isolasi RSUD TC ers Maumere, Kamis (23/4). Semua mereka berjenis kelamin perempuan.
Sembilan orang ini diketahui terindikasi melalui hasil rapid test kedua. Awalnya direncanakan dipisahkan ke Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, yang tidak jauh dari Gedung SCC. Namun akhirnya diputuskan dipindahkan ke ruang isolasi.
Dua warga yang menjalani karantina di Rujab Bupati Sikka yakni HZ 46 tahun dan KJ 30 tahun, dibawa lebih dulu ke Gedung SCC. Keduanya tampak duduk santai di atas mobil ambulance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan media ini, evakuasi di Gedung SCC berlangsung dramatis. Pasalnya, sebelum evakuasi, warga karantina sempat melakukan aksi mogok makan. Aksi ini kemudian berhenti setelah Bupati Sikka memperbolehkan mereka pulang setelah terlebih dahulu Satgas Covid Sikka berkoordinasi dengan camat dan kepala desa serta lurah.
Seorang petugas evakuasi yang menggunakan alat pelindung diri (APD), mengumumkan melalui pengeras suara, 7 warga karantina di SCC yang diketahui terindikasi. Suasana begitu tegang.
Tujuh warga karantina di Gedung SCC yang terindikasi yakni HL 58 tahun, MSNF 19 tahun, IL 17 tahun, NE 19 tahun, PSP 18 tahun, IF 22 tahun, dan MT 31 tahun.
Usai petugas membacakan nama, seorang warga karantina lalu berteriak mengajak warga karantina lainnya memberikan dukungan. Spontan terdengar tepuk tangan bergemuruh.
Evakuasi berlangsung dua gelombang. Gelombang pertama, petugas mengevakuasi 2 yang dari Rujab Bupati Sikka bersama HL. Lalu selanjutnya 6 orang dievakuasi gelombang kedua.
Sebelum dievakuasi dilakukan penyemprotan antiseptik ke tubuh 7 orang, dan penyemprotan disinfektan pada barang-barang bawaan mereka.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Danlanal Maumere, Dandim Sikka, Kapolres Sikka, dan Kajari Maumere sempat mengikuti evakuasi gelombang pertama.*** (eny)















