Jika Tidak Serius Karantina Mandiri, Eks Penumpang Lambelu Lepas “Bom Waktu”

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2020 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 11 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks penumpang KM Lambelu siap kembali ke rumah masing-masing, Jumat (24/4)

Eks penumpang KM Lambelu siap kembali ke rumah masing-masing, Jumat (24/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan eks penumpang KM Lambelu sudah dipulangkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing. Jika tidak serius melaksanakan, sama artinya mereka telah melepas “bom waktu” bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
Kekuatiran ini terjadi di mana-mana. Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus pun mengaku merasa kuatir akan tanggung jawab eks penumpang Lambelu melaksanakan karantina mandiri secara benar.
“Sebenarnya dari awal ada kekuatiran seperti itu. Tetapi kita harus ambil jalan terbaik, termasuk langkah-langkah antisipatifnya,” ungkap Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Sabtu (25/4).
Dia meyakini sekali seluruh perangkat kerja di bidang kesehatan siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan ke depan.
Dia menyebut relawan, satgas, serta tim gerak cepat Dinkes dan Puskesmas sudah siap memantau semua eks penumpang Lambelu yang menjalani karantina mandiri.
Untuk memastikan kesiapan perangkat kerja, rencananya Minggu (26/4) besok akan digelar apel siaga. Sesudah itu relawan dan petugas kesehatan diterjunkan untuk memantau langsung perkembangan karantina mandiri semua eks penumpang Lambelu.
Sebagaimana diketahui, pada Jumat (24/4), pemerintah daerah setempat telah memulangkan ratusan eks penumpang kapal Lambelu ke rumah masing-masing. Semua mereka diminta untuk melanjutkan karantina mandiri.
Hanya ada 19 orang yang masih bertahan di lokasi karantina terpusat. Mereka semua dipindahkan lokasi dari Gedung SCC ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari Gedung SCC.
Kemudian menyusul 1 dari Kelurahan Madawat Kecamatan Alok kembali lagi ke lokasi karantina terpusat karena merasa tidak nyaman karantina mandiri di rumahnya. Lalu 1 lagi dari Kecamatan Kewapante kembali ke karantina terpusat karena alasan administrasi kependudukan.
Pada Sabtu (25/4) pagi, Camat Mapitara bersama Kepala Desa Hale menjemput 1 warganya dari karantina terpusat.
Jumlah di karantina terpusat sebanyak 20 orang, terdiri atas 8 orang dari Kecamatan Doreng, 6 orang dari Kecamatan Lela, 3 orang dari Kecamatan Alok, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Mapitara, Nele, dan Kewapante.*** (eny)
Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Berita Terkait

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Berita Terbaru

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA