Beberapa Orang Klaster Magetan Sudah di Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2020 - 17:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 46 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan sedang mencatag data pelaku perjalanan beberapa waktu lalu

Relawan sedang mencatag data pelaku perjalanan beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Beberapa orang klaster Magetan ditengarai sudah berada di Maumere Kabupaten Sikka. Satgas Covid Sikka sedang telusuri keberadaan mereka.

Informasi ini disampaikan Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan Sikka, Senin (4/5).

Tentang klaster Magetan ini baru terungkap Minggu (3/5), menyusul seorang santri dari Magetan asal Kabupaten Sikka yang diketahui reaktif hasil rapid test.

Pemuda ini tertahan di Borong Kabupaten Manggarai Timur, dan sedang dijemput Tim Satgas Covid Sikka.

“Informasinya, teman-teman santri ini sudah lebih dulu masuk ke Sikka. Kami belum tahu siapa saja. Harap anak ini menyampaikan dengan sehingga bisa dilacak keberadaan mereka,” ujar Petrus Herlemus.

Petrus Herlemus mengaku kesal dengan perilaku pelaku perjalanan yang tidak menyampaikan informasi secara jujur. Ketidakjujuran ini yang membuat Satgas Covid Sikka kesulitan menerapkan langkah-langkah penanganan sesuai protokoler kesehatan.

Baca Juga :  Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

“Bagaimana mungkin kami mau tangani dengan baik, kalau orang yang datang tidak melapor. Ini orangtuanya juga ada di sini tapi tidak melapor,” kesal dia.

Untuk itu Petrus Herlemus mengimbau semua pelaku perjalanan baik dari daerah terpapar atau bukan, wajib melapor dan memberikan informasi yang jujur.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA